
Jakarta, gulassaco.com Indonesia
—
Pemerintah Indonesia mendorong percepatan ratifikasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA), guna memperbesar peluang ekspor Indonesia ke pasar Uni Eropa.
Upaya ini mengemuka dalam dialog Pemerintah Indonesia dengan Delegasi Uni Eropa dan para Duta Besar Negara-Negara Anggota Uni Eropa di Jakarta, Jumat (21/8).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Delegasi Uni Eropa dan para Duta Besar dalam pertemuan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kami melihat IEU CEPA sebagai game changer untuk memperkuat perdagangan, investasi, diversifikasi rantai pasok, dan ketahanan ekonomi bilateral di kawasan ASEAN/Indo-Pasifik,” kata Airlangga.
Dorongan percepatan ratifikasi ini tidak lepas dari faktor waktu yang mendesak. Menurut Airlangga, skema tarif preferensial Generalised Scheme of Preferences (GSP) yang selama ini dinikmati Indonesia akan berakhir pada akhir tahun ini.
Dengan segera diratifikasinya IEU CEPA, kesenjangan akses pasar yang berpotensi muncul akibat berakhirnya GSP tersebut diharapkan dapat diminimalkan.
Dari sisi teknis, dokumentasi perjanjian dalam versi bahasa Inggris disebut sudah hampir rampung, dengan target penandatanganan pada Oktober mendatang.
Setelah ditandatangani, perjanjian ini akan dibawa ke Parlemen Uni Eropa untuk mendapatkan ratifikasi. Di sisi pemerintah, Menteri Perdagangan disebut telah berkonsultasi dengan DPR, sehingga implementasinya akan menggunakan mekanisme Peraturan Presiden (Perpres) agar prosesnya dapat berjalan lebih cepat.
“Dari perkembangan IEU CEPA, dokumentasi dalam versi bahasa Inggris sudah segera diselesaikan, dan ditargetkan di bulan Oktober mudah-mudahan bisa ditandatangani. Sesudah ditandatangani akan dibawa ke Parlemen Uni Eropa untuk mendapatkan ratifikasi,” papar Airlangga.
Ketika implementasi dimulai pada awal 2027, IEU CEPA akan memberi Indonesia akses pasar berupa penghapusan tarif langsung menjadi 0 persen untuk 90,4 persen pos tarif, sementara 8,37 persen sisanya akan berkurang secara bertahap.
Kemudahan ini diharapkan memperluas ekspor Indonesia di sejumlah sektor unggulan, mulai dari sawit, alas kaki, kopi, furnitur, pertanian dan perikanan, hingga telekomunikasi.
Sementara sebagai timbal balik, Uni Eropa akan mendapat akses yang lebih luas ke pasar Indonesia bagi industri dan konsumennya, serta pasokan produk yang lebih kompetitif.
Selain memperbesar peluang ekspor, ratifikasi IEU CEPA turut membuka potensi investasi dari Uni Eropa ke Indonesia. Pemerintah mendorong investasi Eropa mengarah ke sektor bernilai tambah tinggi, seperti manufaktur maju, energi terbarukan, kendaraan listrik, digital, dan farmasi, guna mendukung transfer teknologi dan transformasi industri domestik.
“Sekarang Eropa juga menjadi salah satu partner investasi Indonesia, dan bagi Eropa juga demikian. Terlihat dalam beberapa waktu belakangan, banyak sekali Indonesia mendapatkan kunjungan dari negara-negara Eropa dan mereka membawa business delegation yang besar,” ujar Airlangga.
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Denis Chaibi, turut mengapresiasi ajang dialog tersebut. Menurutnya, pertemuan ini menjadi momentum penting bagi negara-negara anggota Uni Eropa untuk menegaskan komitmen politik menandatangani IEU CEPA sesegera mungkin, sekaligus menindaklanjuti proses ratifikasi.
Denis menyebut, proses ratifikasi ini berpotensi memicu minat investasi yang lebih kuat dari perusahaan-perusahaan Eropa di Indonesia.
Ia memperkirakan akan semakin banyak menteri, delegasi bisnis, hingga keluarga kerajaan dari Eropa yang berkunjung ke Indonesia untuk memanfaatkan momentum IEU CEPA ini, termasuk kunjungan Komisioner Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Uni Eropa, Maros Sefcovic, yang direncanakan berlangsung akhir Oktober atau awal November mendatang.
Denis juga menyatakan menyambut baik usulan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) untuk membentuk Joint Task Force, yang memungkinkan pelaku bisnis turut terlibat dalam persiapan implementasi CEPA, baik di tingkat teknis maupun secara bilateral dengan negara-negara anggota Uni Eropa.
(rea/rir)
Baca lagi: Agnez Mo Pamer Senjata Indonesia di Episode Baru Reacher Season 4
Baca lagi: Mengapa Perempuan Perlu Lebih Peka pada Sinyal Tubuh
Baca lagi: TNI AU Kerahkan Alutsista Udara Tembus Wilayah Terisolasi di NTT




2 Responses
crazyrich88gokil situs slot gacor mantep ga pusat game tempat terbaik
Artikel ini sangat menarik dan memberikan banyak wawasan baru. Informasinya disampaikan dengan bahasa yang ringan sehingga mudah dipahami. Terima kasih sudah berbagi konten yang bermanfaat. Jangan lupa mengunjungi RAJAEROPA LOGIN.