Purbaya Sebut Bea Cukai Lepas dari Ancaman Bubar, Ini Alasannya

Jakarta, gulassaco.com Indonesia

Menteri Keuangan

Purbaya Yudhi Sadewa

mengungkapkan Direktorat Jenderal

Bea dan Cukai

(

DJBC

) tidak lagi berada di ambang pembubaran setelah Presiden Prabowo Subianto menilai ada perbaikan signifikan di institusi tersebut.

Purbaya mengatakan sinyal itu terlihat dari pernyataan Prabowo yang kini lebih mendorong pembenahan DJBC, berbeda dengan ancaman pembubaran yang sempat dilontarkan akhir tahun lalu.

“Kemungkinannya sih Bea Cukai akan tetap bertahan,” ujar Purbaya usai konferensi pers APBN KiTa di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (21/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Purbaya, Prabowo telah mengapresiasi berbagai pembenahan yang dilakukan DJBC, terutama dalam memperkuat pengawasan terhadap barang ilegal.

“Kalau kita lihat dari penghargaan atau dari pidato Presiden ke Bea Cukai, Pak Prabowo sudah melihat ada perbaikan yang signifikan dari Bea Cukai,” ujar Purbaya.

Ia menilai perubahan sikap Prabowo menjadi sinyal positif bagi institusi tersebut.

[Gambas:Youtube]

“Kalau dulu dia bilang bubarkan, sekarang dia pernah bilang di salah satu rapat dengan kabinet, Bea Cukai bisa diperbaiki dan harus diperbaiki. Itu adalah signal yang clear, ada perkembangan positif di Bea Cukai yang diakui oleh pimpinan kita,” ujar Purbaya.

Selain memperkuat pengawasan, DJBC juga tengah menyiapkan sistem pengawasan berbasis kecerdasan buatan atau

artificial intelligence

(AI). Purbaya menyebut sistem tersebut akan mulai diperkenalkan dalam waktu sekitar dua pekan.

“Ada

software

AI di lapangan yang digunakan di pusat Bea Cukai ini yang link di banyak tempat Indonesia. Dua minggu lagi tadi Pak Djaka bilang bisa demonstrasi ke teman-teman media untuk melihat bahwa kita sekarang lebih canggih dari sebelumnya,” ujarnya.

Purbaya mengatakan pembenahan DJBC juga dilakukan melalui perombakan jajaran pimpinan sejak awal tahun ini. Menurutnya, para pejabat yang kini memimpin institusi tersebut memiliki komitmen memperbaiki kinerja.

“Mereka tahu kalau mereka enggak baik akan dibubarkan,” ujar Purbaya.

Ia mengklaim berbagai langkah tersebut mulai membuahkan hasil. Salah satunya tercermin dari pertumbuhan penerimaan kepabeanan dan cukai yang telah mencapai lebih dari 6 persen, berkurangnya peredaran barang selundupan di pasar, hingga meningkatnya penindakan terhadap rokok ilegal.

“Pertumbuhan penerimaannya kini sudah 6 persen lebih dan sekarang kalau kita lihat di Pasar Balpres sudah berkurang banyak, barang selundupan sudah berkurang banyak, terus Bea Cukai aktif penangkapan-penangkapan peredaran rokok ilegal,” ujar Purbaya.

Ia menambahkan DJBC kini juga menerapkan penindakan yang lebih tegas terhadap pelaku penyelundupan. Selain menyita barang ilegal, petugas juga menahan kendaraan pengangkut hingga proses hukum selesai untuk meningkatkan biaya praktik penyelundupan.

“Sekarang setiap truk atau kendaraan yang melakukan praktik ilegal ditahan dulu sampai

clear

supaya

cost

praktik ilegal jadi mahal. Jadi sekarang seluruh kantor Bea Cukai penuh dengan truk-truk atau mobil-mobil yang angkut barang ilegal itu,” ujarnya.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai hingga semester I 2026 mencapai Rp152 triliun atau tumbuh 3,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp147 triliun.

Nilai tersebut setara 45,2 persen dari target APBN 2026 sebesar Rp335 triliun.

Pemerintah memperkirakan penerimaan kepabeanan dan cukai hingga akhir tahun mencapai Rp320,6 triliun atau sekitar 95,4 persen dari target APBN, lebih tinggi dibanding realisasi tahun lalu sebesar Rp300,3 triliun.

(lau/ins)

Add

as a preferred

source on Google

Baca lagi: Perhatikan Oli Mesin Cegah Overheat Saat Cuaca Ekstrem

Baca lagi: Daftar Perangkat Bakal Dirilis Samsung di Galaxy Unpacked Besok

Baca lagi: Laporan Penculikan Jesslyn Wijaya di Polres Jakpus Dicabut

3 Responses

  1. Penjelasan yang sangat menarik dan memberikan perspektif baru buat saya. Terima kasih banyak admin! Kebetulan saya juga nemu info serupa yang dibahas mendalam di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320543675_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297441916_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297539893_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297289339_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297133049_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320129065_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297314318_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296883726_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297266956_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297099185_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297422385_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297062887_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297256978_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297137983_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297533328_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297104409_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297374348_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297299967_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297020749_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320556779_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320593359_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320743614_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320480777_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320333750_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296956732_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320059738_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297519165_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320672786_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320383450_htm sebagai referensi tambahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: