
Jakarta, gulassaco.com Indonesia
—
Menteri Keuangan (Menkeu)
Purbaya
Yudhi Sadewa mendukung wacana penghentian program Makan Bergizi Gratis (
MBG
) bagi siswa dari keluarga mampu.
Menurut Purbaya, kebijakan tersebut berpotensi menghemat anggaran, meski pelaksanaannya tetap menjadi kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN).
“Ya kalau saya sih bagus, ngirit. Cuma kan nanti saya melihat teknisnya seperti apa. Pasti akan ditanya sekolahnya mau apa enggak, kalau sekolahnya enggak nerima, ya sudah, kalau enggak salah itu. Tapi nanti yang itu kan strategi BGN, saya hanya ikutin saja,” kata Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta Pusat, Kamis (23/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bendahara Negara itu mengatakan pemerintah tidak akan ikut menentukan mekanisme penghentian MBG bagi siswa dari keluarga mampu. Menurut dia, aspek teknis pelaksanaan sepenuhnya menjadi kewenangan BGN sebagai pelaksana program.
Ia menambahkan Kemenkeu hanya berperan mengawasi pelaksanaan program melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur MBG dengan melibatkan jajaran pegawai keuangan di berbagai daerah.
“Dan saya hanya bantu ngawasin SPPG-SPPG pakai pegawai-pegawai keuangan di seluruh Indonesia untuk melihat apakah SPPG yang disebut itu jalannya sesuai dengan yang direncanakan. Kalau enggak nanti kita bisa kasih usulan ke BGN untuk memperbaiki cara mereka kerja. Atau kalau jelek sekali mereka bilang, ‘lu tutup saja Pak. Lu suruh tutup ya kita tutup’, kira-kira gitu.”
[Gambas:Youtube]
Purbaya mengatakan mekanisme pengawasan tersebut merupakan skema yang telah dibahas bersama pimpinan BGN sebelumnya. Namun, ia mengingatkan kini lembaga tersebut dipimpin oleh Sudaryono setelah menggantikan Nanik S Deyang.
Purbaya dijadwalkan bertemu Kepala BGN Sudaryono pada pekan depan untuk membahas efektivitas anggaran MBG. Pertemuan itu sebelumnya direncanakan berlangsung pada pekan ini, tetapi ditunda agar Sudaryono memiliki waktu melakukan konsolidasi internal setelah resmi menjabat.
Ia menegaskan belum ada keputusan mengenai besaran efisiensi anggaran MBG. Pemerintah masih menunggu usulan dari pimpinan baru BGN terkait kebutuhan anggaran dan langkah-langkah untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program.
Wacana penghentian MBG bagi siswa dari keluarga mampu sendiri masih dalam tahap kajian. Wakil Kepala BGN Trenggono mengatakan pihaknya diberi waktu selama satu bulan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mengevaluasi tata kelola program, termasuk mengkaji rencana penghentian bantuan bagi siswa dari keluarga desil 8 hingga 10.
Sebelumnya, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menyatakan Presiden Prabowo menginstruksikan agar penerima manfaat MBG diprioritaskan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Pemerintah akan mengutamakan penerima manfaat dari kelompok desil bawah, daerah tertinggal, serta wilayah dengan prevalensi stunting yang tinggi, sembari mempertimbangkan aspek psikologis siswa di sekolah yang memiliki latar belakang ekonomi beragam.
(del/ins)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Pembenahan PT Pos, Manajemen Baru Lapor Koreksi Pembukuan Rp9 T
Baca lagi: Soal RUU Pemilu, Perludem Wanti-wanti Ambang Batas Parlemen Naik
Baca lagi: Cak Imin Pastikan Presiden Prabowo Hadiri Puncak Harlah PKB Malam Ini



2 Responses
Ulasan yang luar biasa informatif, pas banget pas lagi nyari materi pendukung buat tugas riset kecil saya. Sukses terus min. Sekadar berbagi sumber info lain yang relevan, coba deh intip tautan https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320128903_htm
Penjelasan yang sangat menarik dan memberikan perspektif baru buat saya. Terima kasih banyak admin! Kebetulan saya juga nemu info serupa yang dibahas mendalam di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320543675_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297441916_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297539893_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297289339_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297133049_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320129065_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297314318_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296883726_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297266956_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297099185_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297422385_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297062887_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297256978_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297137983_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297533328_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297104409_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297374348_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297299967_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297020749_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320556779_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320593359_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320743614_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320480777_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320333750_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296956732_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320059738_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297519165_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320672786_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320383450_htm sebagai referensi tambahan.