Prabowo: RI Penghasil Sawit Terbesar Tapi Minyak Goreng Sempat Hilang

Jakarta, gulassaco.com Indonesia

Presiden

Prabowo Subianto

menyinggung kondisi Indonesia yang sempat mengalami kelangkaan

minyak goreng

meski merupakan produsen

minyak sawit

terbesar di dunia.

Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan berbagai persoalan dalam tata kelola perekonomian yang menyebabkan kekayaan negara mengalir ke luar negeri.

“Semua tahu, negara penghasil sawit terbesar di dunia sempat berminggu-minggu hilang minyak goreng, sesuatu yang tidak masuk di akal, saudara-saudara,” ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (20/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prabowo mengatakan setelah menjabat sebagai kepala negara, dirinya mendapati sejumlah persoalan yang menurutnya berada di luar perkiraan pemerintah. Ia menyebut terjadi berbagai praktik yang menyebabkan kebocoran kekayaan negara dalam jumlah besar setiap tahun.

“Saya sendiri tidak menduga sesungguhnya betapa beberapa masalah itu sangat di luar perkiraan kita. Terjadi suatu distorsi terhadap perekonomian kita, telah terjadi mengalir keluar kekayaan kita secara signifikan. Ribuan triliun, ratusan miliar dolar tiap tahun,” ujarnya.

Menurut Prabowo, kebocoran tersebut terjadi melalui berbagai praktik, mulai dari

underinvoicing

,

transfer pricing

, hingga penyelundupan.

“Dengan praktik-praktik

underinvoicing,

pemalsuan laporan.

Underinvoicing

adalah pemalsuan laporan perdagangan. Praktik-praktik transfer pricing, praktik-praktik penyelundupan, hal-hal yang sesungguhnya sungguh tidak masuk akal dan sesungguhnya tidak adil bagi bangsa kita,” katanya.

Prabowo mengatakan informasi tersebut tidak hanya berasal dari pemerintah Indonesia, melainkan juga berdasarkan data sejumlah lembaga internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Menurut Sang Kepala Negara, persoalan tersebut juga telah diketahui oleh para pelaku ekonomi di dalam maupun luar negeri.

“Ini bukan data dari kita, ini data internasional, ini data dari lembaga-lembaga internasional, ini data dari PBB di antaranya. Seluruh bangsa sudah merasakan, semua pelaku ekonomi sudah mengerti hal ini, baik di dalam negeri ataupun di luar negeri,” tuturnya.

Ia menilai persoalan tersebut perlu segera ditangani karena dapat berdampak terhadap kondisi perekonomian nasional apabila kebocoran kekayaan negara terus berlanjut.

“Kita dihadapi dengan masalah yang sangat besar, dengan masalah yang vital. Kalau ini kita biarkan, kalau kebocoran ratusan miliar dolar kekayaan Indonesia terus dibiarkan, kita bisa bayangkan nasib bangsa kita akan seperti apa,” ucap Prabowo.

Dalam kesempatan sama, Prabowo juga mengatakan pemerintah telah menyelesaikan lebih dari 110 persoalan selama sekitar satu setengah tahun masa pemerintahannya. Kendati demikian, ia meminta capaian tersebut tidak disikapi secara berlebihan.

“Mungkin hitungan kita terakhir, lebih dari 110 masalah yang kita selesaikan dalam satu tahun lebih 18 bulan pemerintahan kita. Kita tidak boleh besar kepala, tidak boleh sombong. Itu watak kita sebenarnya. Watak bangsa kita. Ojo dumeh,” ujar Prabowo.

[Gambas:Video gulassaco.com]

(del/sfr)

Add

as a preferred

source on Google

Baca lagi: Pola Penyebaran Konten dan Iklan Judol Berubah, Makin Marak di Medsos

Baca lagi: Dasco Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Rupiah

Baca lagi: Yusril Sebut KPK Belum Perlu Ambil Alih Kasus Febrie dari Kejagung

10 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: