
Jakarta, gulassaco.com Indonesia
—
Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia menanggapi pidato nota keuangan Presiden
Prabowo Subianto
yang menargetkan pertumbuhan
ekonomi
Indonesia sebesar 6 persen dalam Rancangan
Anggaran
Pendapatan Belanja Negara (
RAPBN
) 2027.
Angka tersebut juga lebih tinggi dari target APBN 2026, yakni 5,4 persen.
Direktur Riset Bidang Makroekonomi, Kebijakan Fiskal dan Moneter CORE Indonesia Akbar Susamto menilai target tersebut terlalu optimistis, mengingat angka pertumbuhan RI jarang menyentuh level 5,5 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, CORE Indonesia menilai belum ada alasan kuat untuk meyakini ekonomi Indonesia bisa bertumbuh ke kisaran 6 persen tahun depan.
“Jika benar bahwa asumsi pertumbuhan ekonominya adalah 5,8-6,5 persen tentu saja kita tahu itu asumsi yang sangat optimis,” ujar Akbar dalam forum bertajuk Mengupas Pidato Presiden RI & Nota Keuangan dan RAPBN 2027, Jumat (14/8).
Akbar juga menyebutkan secara historis pertumbuhan ekonomi Indonesia masih jarang menembus level 5,5 persen, bahkan nyaris belum pernah terjadi. Kondisi ini sekaligus mencerminkan kualitas kemampuan RI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi signifikan.
“Sehingga kalau sekarang targetnya (RAPBN 2027) 5,8 persen misalnya, apalagi sampai 6,5 persen itu jelas sangat optimistik,” jelas Akbar.
[Gambas:Youtube]
Selain rekam historis, Akbar menilai belum ada sentimen kuat baik saat ini maupun proyeksi tahun depan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi ke level 6 persen.
“Rasanya belum ada alasan yang bisa membuat kita menjadi sangat optimistik, di mana pertumbuhan ekonomi sekitar 6 persen,” kata Akbar.
Ia menjelaskan sentimen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tak hanya dipengaruhi faktor domestik, tetapi juga faktor eksternal. Sejak Februari 2026, kondisi ekonomi global terus dihantui situasi geopolitik, hal ini turut memengaruhi ketidakpastian ekonomi di Indonesia.
“Jadi faktor eksternal dan internal itu belum ada yang bisa memberikan kita alasan untuk begitu yakin bahwa kita akan mencapai itu,” tandas Akbar.
Pemerintah sendiri menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 6 persen pada 2027. Target tersebut dipasang bersama sejumlah asumsi makro dan kebijakan fiskal dalam Rancangan APBN (RAPBN) 2027.
“Pertumbuhan ekonomi tahun 2027 ditargetkan mencapai 6 persen, lebih tinggi dari target APBN 2026 sebesar 5,4 persen,” ujar Presiden Prabowo Subianto dalam Penyampaian RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan di DPR RI, Jakarta, hari ini.
Target pertumbuhan 6 persen itu disusun dengan asumsi inflasi tetap di level 2,5 persen. Pemerintah juga memperkirakan suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun berada di 6,9 persen dan nilai tukar rupiah rata-rata Rp17.500 per dolar AS.
Dari sisi energi, pemerintah memasang asumsi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) sebesar US$75 per barel. Lifting minyak ditargetkan 610 ribu barel per hari, sementara lifting gas dipatok 954 ribu barel setara minyak per hari.
(lil/ins)
Baca lagi: V BTS Ungkap Alami Gangguan Pendengaran
Baca lagi: Eks Kongres Klaim Pejabat AS Mulai Bahas Skenario Bom Nuklir ke Iran
Baca lagi: Hanya Hitungan Hari, Jakarta Bersiap Rayakan LaLaLa Festival 2026




4 Responses
genting138 pusat game online terbaru dan terpercaya
fins88cobain dah ini situs thailand gokil banget ga ada obeng
Artikelnya keren dan to the point banget. Kalo butuh akses cepat, aman, dan lancar tanpa hambatan, kalian bisa langsung menuju ke untung88 alternatif.
untung365 pusat main game online paling mantep