
Jakarta, gulassaco.com Indonesia
—
Ekonom senior sekaligus mantan Menteri Keuangan (Menkeu)
Chatib Basri
menyampaikan pesan kepada menkeu agar berhati-hati mengelola kebijakan fiskal di tengah meningkatnya tekanan terhadap
rupiah
dan ketidakpastian ekonomi global.
Menurut Chatib, Menkeu pada dasarnya hanya memiliki tiga kebijakan utama dalam mengelola fiskal, yakni meningkatkan penerimaan negara, memangkas belanja, atau menambah utang.
“Sebetulnya tugas dari Menteri Keuangan itu sangat gampang. Dia hanya punya opsi tiga hal, naikkan, potong, pinjam. Itu, hanya tiga itu,” kata Chatib dalam Grab Business Forum 2026 di Jakarta, Selasa (9/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan pemerintah harus memilih salah satu dari ketiga instrumen tersebut ketika menghadapi tekanan fiskal.
“Kalau Anda tidak bisa naikkan, maka Anda harus potong. Kalau Anda tidak bisa potong, Anda harus pinjam (utang).
As simple as that
,” ujarnya.
Namun, Chatib menilai menaikkan penerimaan melalui kenaikan pajak bukan langkah yang tepat dalam situasi saat ini. Menurutnya, kebijakan tersebut justru berisiko menekan dunia usaha dan daya beli masyarakat yang sedang menghadapi perlambatan ekonomi.
[Gambas:Youtube]
“Masa di dalam situasi ini
tax revenue
,
tax
-nya mesti dinaikkan? Nggak mungkin juga,” katanya.
Di sisi lain, opsi menambah utang juga dinilai tidak ideal lantaran biaya pinjaman sedang mahal akibat tingginya suku bunga global.
“Siapa yang mau pinjam uang sekarang,
cost
-nya akan jadi sangat mahal,” ucapnya.
Karena itu, Chatib menilai langkah yang paling realistis bagi pemerintah saat ini adalah melakukan rasionalisasi belanja negara secara selektif guna menjaga kredibilitas fiskal.
“Maka opsi yang paling mungkin itu adalah opsi tiga.
Cut the spending selectively,
” katanya.
Ia menambahkan tekanan terhadap rupiah saat ini tidak semata-mata dipicu faktor eksternal, melainkan juga dipengaruhi persepsi investor terhadap risiko fiskal Indonesia.
Menurutnya, premi risiko Indonesia yang tercermin dalam credit default swap (CDS) sudah meningkat sejak awal tahun, bahkan sebelum konflik terbaru di Timur Tengah memanas.
“Artinya saya bisa bilang bahwa soal kita itu adalah soal confidence risk. Jadi kalau isu ini di-address, sebetulnya ada harapan ini bisa diperbaiki,” ujar Chatib.
Ia mengingatkan ruang fiskal Indonesia relatif terbatas karena rasio pajak masih rendah. Oleh sebab itu, pemerintah perlu berhati-hati dalam mengelola belanja maupun pembiayaan negara agar kepercayaan pasar tetap terjaga.
(lau/ins)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Perjalanan 14 Tahun Pacaran Sooyoung dan Jung Kyung-ho Berujung Putus
Baca lagi: Purbaya Sebut APBN 2027 Bakal Fokus Program Prioritas Ini




2 Responses
Nikmati permainan yang lebih seru dan penuh tantangan di link slot https://margobeach.com dengan hadiah besar, bonus harian menarik, dan peluang kemenangan yang bikin ketagihan
Artikel yang sangat menarik dengan penjelasan yang mudah dimengerti. Semoga semakin banyak konten serupa seperti https://macaotaxi.com/pt/%E9%83%A8%E8%90%BD%E6%A0%BC%E8%B2%BC%E6%96%87%E6%A8%99%E9%A1%8C/ yang dapat memberikan manfaat dan inspirasi bagi pembaca.